Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Health

Demensia: Penyebab, Gejala, Pengobatan, & Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm Ditulis oleh Ariq Yusron Fathoni

Bagikan:

Pernahkah Anda melihat orang yang Anda sayangi perlahan sudah tidak mampu mengenali wajah-wajah yang dikenalnya bertahun-tahun? Atau mendapati orang tua Anda lupa cara pulang ke rumah sendiri? 

Itulah gambaran nyata dari demensia, kondisi yang mengubah cara berpikir, mengingat, dan berinteraksi dengan dunia di sekitarnya. Demensia bukan sekadar tandap penuaan. Kondisi ini berdampak pada penderita sekaligus pada seluruh keluarga yang merawatnya. 

Apa Itu Demensia?

Penyakit demensia adalah kumpulan gejala yang terjadi akibat gangguan fungsi otak. WHO mencatat lebih dari 55 juta orang di dunia hidup dengan demensia, dengan sekitar 10 juta kasus baru setiap tahunnya.

Demensia bisa memicu penurunan kemampuan berpikir, mengingat, dan menjalani aktivitas sehari-hari secara progresif. Kondisi ini bukan bagian normal dari proses penuaan, meski risikonya meningkat seiring bertambahnya usia.

Demensia terjadi ketika sel-sel saraf di otak mengalami kerusakan atau kematian, sehingga komunikasi antarsel otak terganggu. Kerusakan ini bisa terjadi di berbagai bagian otak dan menghasilkan gejala yang berbeda-beda, tergantung area otak yang terdampak.

Jenis-Jenis Penyakit Demensia

Demensia tidak hanya ada satu jenis. Berikut ialah beberapa bentuk dari penyakit demensia yang paling sering ditemui.

1. Demensia Alzheimer

Kementerian Kesehatan RI menyebutkan lebih dari 4,2 juta penduduk Indonesia mengidap demensia, dengan kasus di kalangan lansia mencapai sekitar 27, 9%, di mana demensia Alzheimer menyumbang 60–80% dari seluruh kasus. 

Kondisi ini ditandai dengan penumpukan protein abnormal di otak, meliputi plak amiloid dan kusut tau, yang menyebabkan kerusakan sel-sel saraf secara bertahap.

2. Demensia Vaskular

Demensia vaskular terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak, kerap kali menyusul stroke atau penyakit pembuluh darah. Gejalanya berkembang secara bertahap atau mendadak, bergantung pada lokasi dan luasnya kerusakan.

3. Demensia Lewy Body

Demensia Lewy Body (DLB) melibatkan penumpukan protein yang disebut Lewy Body pada sel-sel otak. Gejala jenis penyakit demensia, di antaranya halusinasi visual, gangguan tidur, serta fluktuasi kemampuan kognitif.

4. Demensia Frontotemporal

Demensia frontotemporal memengaruhi area otak yang disebut lobus frontal dan temporal. Gejala kondisi ini cenderung berupa perubahan kepribadian, perilaku, serta kemampuan berbahasa, bukan sekadar gangguan ingatan saja.

Penyebab Demensia

Penyebab demensia bervariasi. Secara umum, kondisi ini disebabkan oleh kerusakan atau kematian sel-sel otak yang mengganggu kemampuan komunikasi antarsel saraf.

Beberapa faktor yang berkontribusi pada perkembangan demensia adalah sebagai berikut.

  • Faktor usia. Risiko demensia meningkat signifikan setelah usia 65 tahun.
  • Riwayat keluarga dan genetik. Memiliki anggota keluarga dengan demensia akan meningkatkan risiko seseorang.
  • Penyakit kardiovaskular. Tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi bisa merusak pembuluh darah otak.
  • Cedera kepala. Trauma kepala berulang meningkatkan risiko demensia di kemudian hari.
  • Gaya hidup tidak sehat. Kurang aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol berlebih, dan pola makan buruk berperan dalam meningkatkan risiko.
  • Kurang stimulasi kognitif dan sosial. Isolasi sosial dan rendahnya aktivitas mental dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih tinggi.

Baca Juga: 10 Penyebab Sering Lupa yang Sering Dialami Generasi Muda

Tanda dan Gejala Demensia

Gejala demensia berkembang secara bertahap. Pada stadium awal, gejala mungkin tampak ringan dan sering disalahartikan sebagai tanda penuaan biasa. 

Berikut ini adalah tanda dan gejala demensia pada tiap stadium yang harus Anda waspadai.

Stadium 

Tanda dan Gejala 

 

Stadium Awal 

  • Sering lupa nama orang atau kejadian yang baru terjadi.
  • Sulit mengingat kata-kata yang tepat saat berbicara.
  • Tersesat di tempat yang sudah dikenal.
  • Kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai. 
 

Stadium Menengah hingga Lanjut 

  • Kebingungan tentang waktu, tempat, dan orang-orang di sekitarnya.
  • Kesulitan menyelesaikan tugas sehari-hari, seperti memasak atau berpakaian.
  • Perubahan perilaku dan suasana hati yang signifikan.
  • Halusinasi atau delusi pada beberapa jenis demensia.
  • Kehilangan kemampuan bicara dan kontrol motorik pada stadium lanjut. 

Pengobatan Demensia

Hingga saat ini, belum terdapat pengobatan yang mampu menyembuhkan demensia secara total. Penanganan yang dilakukan bertujuan untuk memperlambat penurunan fungsi kognitif, mengendalikan gejala, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

1. Obat-obatan

Konsumsi obat-obatan bertujuan membantu mengelola gejala demensia. Adapun, jenis obat yang dapat direkomendasikan dokter adalah sebagai berikut.

  • Obat penghambat pemecahan asetilkolin, seperti rivastigmine, galantamine, dan donepezil, yang bekerja menjaga kadar zat kimia otak agar fungsi kognitif tetap terpelihara.
  • Memantine, yang membantu melindungi sel saraf otak dan biasa digunakan pada demensia sedang hingga berat.
  • Antioksidan, seperti vitamin E, yang membantu memperlambat proses penurunan kemampuan harian pada sebagian pasien.
  • Obat antidepresan SSRI yang membantu mengatasi kecemasan, perilaku impulsif, atau perubahan suasana hati tertentu.
  • Obat imunoterapi, seperti lecanemab dan aducanumab, yang digunakan beberapa pasien Alzheimer untuk membantu memperlambat perkembangan penyakit.

2. Perubahan Gaya Hidup

Selain obat-obatan, perubahan gaya hidup dan dukungan lingkungan juga berperan penting dalam penanganan demensia.

  • Menerapkan pola makan sehat, seperti diet Mediterania atau diet DASH, di mana keduanya mengutamakan sayuran, buah, biji-bijian, dan lemak sehat yang mendukung kesehatan otak.
  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin guna membantu menjaga fungsi kognitif dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
  • Menjaga kualitas tidur yang bermanfaat di dalam proses pemeliharaan fungsi otak.
  • Mengikuti terapi stimulasi kognitif, misal permainan otak atau aktivitas yang melatih daya ingat.
  • Mendapatkan dukungan keluarga dan tenaga kesehatan untuk membantu pasien tetap mandiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Pencegahan Demensia

Meski demensia tidak selalu bisa dicegah, penelitian menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup dapat mengurangi risiko. Laporan Lancet Commission (2020) menyebut sekitar 40% kasus demensia dapat dicegah atau ditunda melalui pengelolaan faktor risiko yang tepat. 

Berikut ini adalah beberapa langkah menurunkan risiko demensia yang bisa Anda lakukan.

  • Pastikan tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol dalam batas normal.
  • Lakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu.
  • Terapkan pola makan seimbang, kaya sayuran, buah, ikan, dan lemak sehat.
  • Hindari kebiasaan merokok dan batasi konsumsi alkohol.
  • Pertahankan aktivitas sosial dan stimulasi mental yang aktif.
  • Kelola stres dan jaga kualitas tidur yang optimal.
  • Lindungi kepala dari cedera saat berolahraga atau berkendara.

Baca Juga: 5 Cara Meningkatkan Daya Ingat Otak, Efektif Cegah Pikun Dini!

Dukung Kesehatan Otak dengan Suplemen Pilihan dari Natural Farm

Mendukung kesehatan otak tidak harus rumit. Lengkapi pola hidup sehat dengan suplemen berkualitas dari Natural Farm yang dirancang untuk membantu menjaga daya ingat dan fungsi kognitif sejak dini. 

1. Nutriwell CoQ10

nutriwell coq10

Beli Nutriwell CoQ10 100 mg 30 Softgels di Natural Farm

Menjaga kesehatan otak sejak dini jadi salah satu langkah penting untuk mendukung fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. Salah satu faktor yang berperan dalam kesehatan otak adalah perlindungan sel saraf dari stres oksidatif akibat radikal bebas.

Nutriwell CoQ10 mengandung coenzyme (CoQ10) dengan teknologi nano untuk membantu penyerapan lebih optimal. CoQ10 dikenal sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh sekaligus mendukung produksi energi yang dibutuhkan oleh sel-sel otak untuk bekerja dengan baik.

Suplemen ini adalah pilihan untuk melengkapi pola hidup sehat yang mendukung kesehatan otak dan daya ingat Anda. Konsumsi rutin Nutriwell CoQ10 1 softgel per hari untuk menjaga kesehatan otak dan membantu menjaga fungsi kognitif sehari-hari.

2. Natures Plus Ginkgo Combo

natures plus ginkgo combo

Beli Natures Plus Ginkgo Combo 60 Capsules di Natural Farm

Aliran darah yang lancar ke otak berperan dalam menjaga fungsi memori, konsentrasi, serta kemampuan berpikir. Menjaga kesehatan pembuluh darah juga menjadi bagian dari upaya mendukung kesehatan kognitif jangka panjang.

Natures Plus Ginkgo Combo menggabungkan ekstrak Ginkgo biloba standar USA 24/6 serta Gotu kola, Capsicum, dan Vitamin E. Kombinasi bahan-bahan alami ini mampu mendukung sirkulasi darah ke otak sehingga kebutuhan oksigen dan nutrisi tersalurkan dengan baik.

Bagi Anda yang ingin menjaga fokus dan daya ingat sehari-hari, suplemen ini dapat menjadi pendamping gaya hidup sehat. Namun, suplemen adalah pelengkap nutrisi harian, bukan pengganti asupan makanan sehat sehari-hari.

3. Nutriwell Omega-3 Fish Oil 1000 mg

nutriwell omega 3 fish oil

Beli Nutriwell Omega-3 Fish Oil 1000 mg 60 Softgels di Natural Farm

Omega-3 menjadi salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan otak dalam mendukung fungsi kognitif dan menjaga kesehatan sel saraf. Asupan omega-3 yang terpenuhi terkait dengan kesehatan otak yang lebih baik seiring bertambahnya usia dan dapat berkontribusi pada pemeliharaan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Nutriwell Omega-3 Fish Oil adalah suplemen omega-3 yang mengandung EPA+DHA. DHA menjadi komponen penting penyusun jaringan otak, sedangkan EPA membantu mendukung kesehatan pembuluh darah dan respons peradangan yang sehat.

Jika konsumsi ikan berlemak masih kurang dalam menu harian, suplemen ini dapat menjadi pilihan praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan omega-3. Nutriwell Omega-3 Fish Oil bisa Anda konsumsi rutin untuk membantu menjaga fungsi kognitif.

4. Natures Plus Vitamin B12 500 mcg

natures plus vitamin b12

Beli Natures Plus Vitamin B12 500 mcg 90 Tablet di Natural Farm

Vitamin B12 punya peran penting untuk menjaga fungsi sistem saraf dan mendukung proses pembentukan sel darah merah. Kecukupan jenis vitamin ini juga penting untuk membantu mempertahankan fungsi kognitif yang optimal.

Natures Plus Vitamin B12 mengandung Cyanocobalamin atau vitamin B12 dalam membantu memenuhi kebutuhan harian. Suplemen ini bermanfaat bagi orang yang berisiko mengalami kekurangan vitamin B12, termasuk yang menjalani pola makan vegetarian atau vegan.

Vitamin B12 di dalamnya juga bisa membantu menjaga kesehatan sel saraf, fungsi otak, dan diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan DNA. Natures Plus Vitamin B12 dapat menjadi upaya mendukung kesehatan kognitif dan fungsi saraf jangka panjang.

5. Wellness Ginkgo Formula 60 Capsules

wellness ginkgo formula

Beli Wellness Ginkgo Formula 60 Capsules di Natural Farm

Menjaga daya ingat dan konsentrasi menjadi kian penting seiring bertambahnya usia. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mendukung sirkulasi darah yang sehat agar pasokan oksigen dan nutrisi ke otak tetap optimal.

Wellness Ginkgo Formula mengandung ekstrak Ginkgo biloba yang telah lama dipakai untuk membantu mendukung aliran darah ke otak. Dengan sirkulasi yang baik, fokus, konsentrasi, dan kemampuan mengingat dapat tetap terjaga dalam aktivitas sehari-hari.

Suplemen Ginkgo biloba perlu digunakan di bawah pengawasan dokter. Orang yang sedang minum obat pengencer darah, ibu hamil dan menyusui, serta penderita perdarahan intrakranial tidak dianjurkan mengonsumsi produk ini.

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Demensia

Demensia itu apa artinya?
Apa perbedaan penyakit Alzheimer dan demensia?
Kenapa orang bisa terkena demensia?
Apakah demensia dan pikun itu sama?

Kategori Artikel