Logo Natural Farm
Gratis Ongkir + Banyak Promo belanja di aplikasi
Health

Apakah Hepatitis Bisa Sembuh Total? Ini Penjelasan Medisnya

Ditinjau oleh Tim Kesehatan Natural Farm Ditulis oleh Herzanindya Maulianti

Bagikan:

Hepatitis sering kali luput dari perhatian karena gejala awalnya menyerupai infeksi flu biasa. Padahal, deteksi terlambat bisa berujung pada komplikasi serius, seperti gagal hati, sirosis (pengerasan hati), hingga kanker hati.

Lalu, apakah hepatitis bisa sembuh total? Hal ini bergantung pada jenis virus penyebab dan seberapa cepat pasien mendapat penanganan yang tepat. Simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Hepatitis?

Hepatitis adalah peradangan hati yang bisa disebabkan oleh infeksi virus, konsumsi alkohol, obat-obatan, kondisi genetik, atau reaksi autoimun. Hepatitis akibat infeksi virus dibedakan dalam 5 tipe utama, yakni A, B, C, D, dan E.

Menurut data WHO Global Hepatitis Report 2024, hepatitis menyebabkan 1,3 juta kematian setiap tahunnya, di mana hepatitis B (HBV) dan hepatitis C (HCV) menjadi penyebab utama. Di Indonesia sendiri, kasus hepatitis B sangat tinggi dengan estimasi lebih dari 28 juta orang yang terinfeksi.

Hepatitis merupakan salah satu penyebab utama penyakit liver yang wajib diwaspadai sejak dini. Beberapa gejala hepatitis yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • kelelahan berkepanjangan,
  • demam,
  • mual dan muntah,
  • urine berwarna gelap,
  • tinja berwarna pucat,
  • sakit perut,
  • kehilangan nafsu makan,
  • penurunan berat badan abnormal, serta
  • gejala penyakit kuning (jaundice), seperti mata dan kulit berwarna kuning.

Baca Juga: Ciri-Ciri Bayi Kuning karena ASI, Penyebab & Cara Mengatasinya!

Apakah Hepatitis Bisa Sembuh?

Jawabannya, bergantung dari jenis hepatitisnya. Hepatitis A dan E biasanya sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus dalam hitungan minggu hingga bulan.

Hepatitis C saat ini bisa disembuhkan pada lebih dari 95% kasus dengan obat Direct-Acting Antivirals (DAA). Hepatitis B akut pada orang dewasa juga umumnya sembuh spontan pada 90–95% kasus, sedangkan hepatitis B kronis dan hepatitis D belum punya obat penyembuh total, sehingga pengobatan berfokus pada menekan virus dan mencegah komplikasi.

Perlu dipahami, hepatitis terbagi ke dalam dua kategori berdasarkan durasi infeksi.

  • Hepatitis akut: jangka pendek, di bawah 6 bulan, dan umumnya bisa sembuh.
  • Hepatitis kronis: jangka panjang, lebih dari 6 bulan, dan sulit disembuhkan sepenuhnya.

Untuk memudahkan Anda memahami perbedaan tiap jenis hepatitis, berikut rangkumannya.

Jenis Virus Hepatitis

Penyebab

Bisa Menjadi Kronis?

Apakah Hepatitis Bisa Sembuh?

Pengobatan

Hepatitis A (HAV)

Makanan dan air terkontaminasi

Tidak

Sembuh 100% dalam beberapa minggu–bulan

Istirahat, hidrasi, nutrisi seimbang

Hepatitis B (HBV)

Cairan tubuh, darah, dan ibu ke bayi saat proses melahirkan

Ya

Akut: 90–95% dewasa sembuh spontan. 

Kronis: functional cure sekitar 3–17% dengan terapi

Antivirus (tenofovir, entecavir) untuk kasus kronis

Hepatitis C (HCV)

Darah (jarum suntik dan transfusi darah)

Ya

Kronis: >95% sembuh dengan DAA 8–12 minggu

Direct-Acting Antivirals (DAA)

Hepatitis D (HDV)

Hanya menular jika sudah terinfeksi HBV

Ya

Belum ada obat kuratif, sehingga fokus pengobatan menekan virus

Peginterferon alfa, transplantasi hati pada kasus berat

Hepatitis E (HEV)

Makanan dan air terkontaminasi

Umumnya tidak

Sembuh spontan, tetapi berbahaya pada ibu hamil (kematian 20–30%)

Suportif, ribavirin untuk kasus berat

1. Hepatitis A

Hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis tipe A (HAV) yang biasanya lebih ringan daripada jenis hepatitis lain. Dalam hitungan minggu atau bulan, penderita hepatitis A dapat sembuh dan terbebas dari risiko kerusakan hati permanen.

Pengobatan HAV berfokus pada pemulihan, istirahat total, pola makan sehat, dan memenuhi kebutuhan cairan harian. Namun, bila gejala hepatitis A memicu rasa tidak nyaman, pasien disarankan untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter.

2. Hepatitis B

Virus hepatitis B (HBV) menyebar lewat kontak dengan darah dan cairan tubuh. Pada orang dewasa yang tertular, sekitar 90–95% sembuh spontan kurang dari 6 bulan, karena imunitas mampu membersihkan virus. 

Pada fase akut HBV, pengobatan akan berfokus pada istirahat total, pola makan sehat, serta hidrasi cukup. Jika infeksi HBV menetap lebih dari 6 bulan, statusnya akan menjadi kronis.

Hepatitis B kronis akan diobati dengan obat antivirus, yakni tenofovir atau entecavir. Obat ini dapat menekan replikasi virus untuk mencapai kondisi hilangnya HBsAg dan HBV DNA dari darah (functional cure). Karena jejak virus masih mungkin menetap di sel hati, pemeriksaan rutin ke dokter tetap perlu dilakukan.

Jadi, apakah hepatitis B bisa sembuh? Jawabannya bisa untuk HBV akut dan bisa mencapai functional cure untuk HBV kronis dengan pengobatan yang tepat dan konsisten.

Tanda hepatitis B sudah sembuh dinilai lewat pemeriksaan darah berikut ini.

  • HBsAg atau penanda utama infeksi aktif sudah negatif.
  • Muncul anti-HBs atau antibodi pelindung terhadap virus hepatitis B.
  • HBV DNA tidak terdeteksi di dalam darah.
  • Enzim hati (ALT dan AST) kembali ke rentang normal.
  • Gejala klinis, seperti jaundice dan kelelahan, sudah hilang.

3. Hepatitis C

Berbeda dengan hepatitis B, hepatitis C kronis saat ini dapat disembuhkan di lebih dari 95% kasus dengan obat Direct-Acting Antivirals (DAA) selama 8–12 minggu (CDC, 2022).

Gejala infeksi HCV sering samar sehingga banyak pasien tidak menyadarinya. Meski begitu, HCV pernah dijuluki hepatitis yang tidak bisa disembuhkan sebelum era DAA. Kini persepsi itu telah berubah, HCV justru menjadi salah satu jenis penyakit hepatitis bisa disembuhkan.

Segera periksa bila Anda memiliki faktor risiko, meliputi penggunaan jarum suntik yang tidak steril, transfusi darah dalam waktu lama, atau pembuatan tato yang tidak higienis.

4. Hepatitis D

Apakah hepatitis bisa sembuh bagi penderita hepatitis D? Penyebab orang terkena hepatitis D yakni karena sudah terpapar hepatitis B sebelumnya, terutama HBV kronis. Virus hepatitis D (HDV) membutuhkan HBV untuk menyebar ke seluruh tubuh dan tetap hidup.

Pengobatan HDV dapat melibatkan peginterferon alfa sebagai terapi antivirus, tetapi tingkat keberhasilannya masih terbatas. Pada kasus HDV berat atau yang sudah masuk fase kronis dengan kerusakan hati parah, transplantasi hati menjadi pilihan terakhir.

5. Hepatitis E

Infeksi virus hepatitis E (HEV) menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feses mengandung virus. Pada orang dewasa sehat, hepatitis E umumnya sembuh sendiri dalam 4–6 minggu dengan istirahat, nutrisi cukup, dan hidrasi yang baik.

Untuk ibu hamil, hepatitis E di trimester 2 dan 3 dapat memicu gagal hati akut dengan angka kematian 20–30% (Pérez-Gracia et. al, 2017). Segera periksakan diri ke dokter ketika Anda mengalami gejala yang dicurigai sebagai hepatitis.

Baca Juga: Waspadai Bahaya Alkohol terhadap Fungsi Hati!

Cara Mencegah Penyakit Hepatitis

Setelah mengetahui jawaban apakah hepatitis bisa sembuh, Anda tentu tidak bisa abai pada tindakan pencegahan. Justru lebih baik menjaga diri sendiri sebelum terpapar berbagai virus dan bakteri penyebab penyakit.

Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk melindungi diri agar terbebas dari risiko penyakit hepatitis.

  • Lengkapi vaksinasi. Terima vaksin hepatitis B (sejak lahir) dan hepatitis A (mulai usia 12 bulan). Vaksinasi hepatitis B juga bisa mencegah infeksi hepatitis D.
  • Hindari kontak darah dan berbagi barang pribadi. Pastikan tidak berbagi jarum, sikat gigi, alat cukur, atau alat tato untuk mencegah penularan virus.
  • Praktikkan perilaku seks aman. Pakai kondom untuk mencegah risiko penularan hepatitis B dan C melalui hubungan seksual.
  • Konsumsi makanan dan minuman higienis. Pastikan konsumsi air matang serta hindari makanan mentah di area endemis guna mencegah hepatitis A dan E.
  • Jaga kebersihan diri. Pastikan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah dari toilet atau sebelum makan.

Gaya hidup bersih ditambah pola makan seimbang membantu menjaga imunitas tubuh dan fungsi hati tetap optimal. Guna mendukung sistem imun harian, suplemen daya tahan tubuh yang mengandung vitamin C, D, zinc, dan antioksidan juga bisa menjadi pilihan pendukung.

Rekomendasi Suplemen untuk Menjaga Kesehatan Hati

Bila melihat dari pembahasan apakah hepatitis bisa sembuh di atas, hampir seluruh tipe virus hepatitis bisa disembuhkan dengan menerapkan pola makan sehat melalui pemenuhan nutrisi harian yang lengkap. Berikut ini rekomendasi suplemen untuk menunjang kesehatan hati.

1. Natures Plus Liv R Actin

natures plus liv r actin

Beli Natures Plus Liv R Actin 60 Capsules di Natural Farm

Hati yang bekerja keras setiap hari membutuhkan dukungan nutrisi yang tepat. Natures Plus Liv R Actin mempunyai kombinasi dari Silymarin, Dandelion Root, Celery Seed, dan Oregon Grape Root, yang secara tradisional dikenal untuk mendukung fungsi hati. 

Cocok dikonsumsi orang dewasa yang ingin memberikan dukungan nutrisi tambahan untuk kesehatan hati harian. Perlu dipahami bahwa suplemen adalah pelengkap pola hidup sehat, bukan pengganti. Tetap imbangi dengan konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.

Nama Produk

Natures Plus Liv R Actin 60 Capsules

Kandungan

  • Silymarin
  • Dandelion Root
  • Oregon Grape Root
  • Celery Seed

Manfaat Suplemen

  • Silymarin membantu melindungi sel hati, mendukung regenerasi sel hati, mencegah peradangan hati, menjaga hati dari paparan toksin dan virus, serta membantu mengurangi penumpukan lemak di hati.
  • Dandelion root membantu proses detoksifikasi hati dan darah serta meningkatkan produksi empedu.
  • Celery seed membantu mengatur metabolisme lemak dan mendukung fungsi hati agar tetap optimal.
  • Oregon grape root membantu meningkatkan aliran empedu, mendukung fungsi hati, serta membantu proses detoksifikasi tubuh.

Anjuran Konsumsi

Dikonsumsi orang dewasa 2 kapsul per hari

No. BPOM

TI014301821

2. Natures Health Licorice Extract

natures health licorice extract

Beli Natures Health Licorice Extract 60 Tablets di Natural Farm

Fungsi hati yang optimal akan bergantung pada asupan nutrisi yang bermanfaat mendukung kemampuan alami tubuh dalam menetralkan zat-zat yang membebani organ ini. 

Natures Health Licorice Extract mengandung ekstrak licorice (Glycyrrhiza glabra) yang telah digunakan secara tradisional untuk mendukung kesehatan hati dan sistem pencernaan. 

Suplemen herbal dari Natures Health ini dapat jadi pilihan bagi Anda yang ingin memberikan dukungan nutrisi tambahan untuk kesehatan hati sehari-hari. Produk ini bukanlah obat dan tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis, mengobati, atau mencegah penyakit. 

Nama Produk

Natures Health Licorice Extract 60 Tablets

Kandungan

  • Licorice Extract (Glycyrrhiza glabra radix extract)

Manfaat Suplemen

  • Membantu mengatasi masalah pencernaan, seperti mual, heartburn, GERD, dan ulkus peptikum.
  • Membantu menjaga kesehatan hati.
  • Membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

Anjuran Konsumsi

Dikonsumsi orang dewasa 3 kali sehari, sekali makan 1 tablet sesudah makan

No. BPOM

TI225041161

3. Wellness Liki Well

wellness liki well

Beli Wellness Liki Well 60 Capsules di Natural Farm

Organ hati, kantong empedu, dan ginjal akan bekerja sama dalam proses pencernaan serta pembuangan zat limbah dari dalam tubuh. Wellness Liki Well adalah suplemen herbal yang diformulasikan untuk mendukung fungsi ketiga organ tersebut. 

Cocok dikonsumsi oleh orang dewasa yang hendak memberikan dukungan nutrisi tambahan untuk kesehatan hati, kantong empedu, dan ginjal, serta yang ingin mendukung detoksifikasi tubuh secara alami sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Konsumsi sesuai aturan pakai yang tertera di label kemasan. Bagi Anda yang punya kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen ini.

Nama Produk

Wellness Liki Well 60 Capsules

Kandungan

  • Dandelion (Taraxacum officinale
  • Cranberry (Vaccinium marcocarpa)
  • Meniran (Phyllanthus niruri
  • Kunyit (Curcuma domestica)
  • Dan herbal lainnya.

Manfaat Suplemen

  • Membantu menjaga kesehatan hati, kantong empedu, dan ginjal.
  • Mendukung proses detoksifikasi alami.
  • Membantu mengatasi perlemakan hati (fatty liver).
  • Mencegah dan membantu mengatasi batu ginjal dan batu empedu.

Anjuran Konsumsi

Dikonsumsi orang dewasa 2 kapsul per hari

No. BPOM

TI174357031

Rekomendasi untuk Anda

Pertanyaan tentang Apakah Hepatitis Bisa Sembuh?

Bagaimana cara mengetahui apakah saya terkena hepatitis?
Berapa lama penderita hepatitis B bisa menularkan virus ke orang lain?
Berapa lama penyakit hepatitis bisa sembuh total?
Apakah bisa terkena hepatitis lagi setelah sembuh?
Apakah hepatitis berbahaya?
Penyakit hepatitis disebabkan oleh apa?
Bagaimana pengobatan hepatitis dilakukan?
Apakah aman tinggal serumah dengan penderita hepatitis B atau C?

Kategori Artikel